Seputar Sofware Open Source & Linux

Informasi Tambahan mengenai Perangkat lunak yang dikembangkan secara bersama-sama, menggunakan kode program (source code) yang tersedia secara bebas, serta dapat didistribusikan. dalam rangka memperkuat sistem teknologi informasi nasional serta pemanfaatan perkembangan teknologi informasi global melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software (OSS)

Monday, January 22, 2007

Linux Foundation Dibentuk Siap Hadapi Windows

Linux Foundation Dibentuk Siap Hadapi Windows

Andhy Muddin - detikInet
Ilustrasi (ist.)
New York, Hari ini, Senin (22/1/2007) Linux Foundation dibentuk. Sejumlah raksasa teknologi ada di belakang yayasan ini, yang bertujuan meningkatkan daya saing Linux terhadap Windows.

The New York Times melansir Linux Foundation didukung oleh IBM, Intel dan Hewlett-Packard. Pembentukan organisasi baru ini sekaligus menandai peleburan dua organisasi lainnya, Open Source development Labs dan Free Standards Group, dan tergabung Linux Foundation.

James Zemlin, direktur eksekutif Linux Foundation mengatakan pihaknya perlu menyikapi dengan tepat persaingan di industri sistem operasi yang kini didominasi Linux dan Windows.

"Microsoft banyak melakukan langkah-langkah tepat dalam mempromosikan Windows, menyediakan perlindungan hukum dan melakukan standardisasi Windows," ujar Zemlin. "Hal-hal yang sudah dilakukan Microsoft dengan baik perlu kita lakukan dengan baik juga -- mempromosikan, melindungi dan menstandardisasi Linux," lanjutnya.

Linux Foundation akan membayar gaji sang pengembang Linux, Linus Torvalds, sejumlah programer kunci lainnya. Dukungan semacam itu sebelumnya datang dari Open Source Development Labs.

Dalam perkembangannya, selain didistribusikan secara bebas, pengimplementasian sistem operasi Linux sudah membantuk pasar yang terus tumbuh. Perusahaan riset IDC mengungkap, angka penjualan tahunan untuk hardware, software dan layanan terkait Linux mencapai angka US$14,5.

Daniel D. Frye, wakil presiden untuk pengembangan sistem terbuka di IBM mengatakan, meski persaingan antara perusahaan-perusahaan yang membisniskan Linux berlangsung ketat, dia menilai bahwa kolaborasi tetap diperlukan untuk mendorong kemajuan teknologi. (nks/nks)

Wednesday, November 29, 2006

Parlemen Prancis Migrasi ke Linux

Paris, Sebelumnya, hal serupa sudah dilakukan kepolisian dan Kementerian Budaya dan Komunikasi Prancis. Mulai Juni 2007, komputer-komputer di parlemen Prancis akan dilengkapi sistem operasi Linux dan berbagai software open-source.

Cnet News.com yang dikutip detikINET, Selasa (28/11/2006) melansir, proyek ini dimotori oleh anggota parlemen Richard Cazenave dan Bernard Carayon dari partai Union for a Popular Movement. Sebanyak 1.154 komputer di parlemen Prancis akan menjalankan Linux, lengkap dengan software perkantoran OpenOffice, browser Firefox dan aplikasi e-mail clien open-source.

Juru bicara parlemen mengatakan, distro Linux dan e-mail clien yang akan dipakai belum ditentukan. Saat ini, sejumlah server di parlemen menggunakan Linux, dengan Apache Web server dan Mambo content management systems.

Keputusan menggunakan Linux diambil setelah dilakukan studi mendalam oleh perusahaan layanan teknologi Atos Origin. "Hasil studi menunjukkan software open-source akan memberi fungsionalitas yang disesuaikan dengan kebutuhan para anggota parlemen dan memungkinkan kami untuk berhemat," ungkap pernyatan resmi parlemen. (nks/oyd)

Wednesday, November 15, 2006

Linus Torvalds Dinobatkan Jadi Pahlawan

Linus dinobatkan sebagai pahlawan, sejajar dengan nama-nama seperti Nelson Mandela, Lech Walesa, Mikhail Gorbachev, J.K. Rowling, The Beatles, Pablo Picasso, Enzo Ferrari, dan banyak lagi.

Penobatan pahlawan bagi Bapak Linux ini dilakukan oleh Majalah Time edisi Eropa. Linus masuk dalam kategori Rebels & Leaders (Pemimpin dan Pemberontak). Bersama dengan Linus dalam kategori ini adalah Nelson Mandela, Mikhail Gorbachev, Lech Walesa, Margaret Thatcher, dan masih banyak lagi.

Kategori pahlawan lain yang dinobatkan oleh Times adalah kategori Business & CUlture (Bisnis dan Budaya). Termasuk yang dinobatkan adalah J.K. Rowling, The Beatles, Pablo Picasso, Enzo Ferrari, dan banyak lagi.

Menurut artikel di Times, Torvalds baru berumur 21 tahun saat ia 'mengubah dunia'. Apa yang dilakukannya di tahun 1991 itu adalah menyebarkan kernel sistem operasi Linux.

Bukan hanya menyebarkannya, Torvalds mengajak orang-orang untuk ikut mengembangkannya. Dan pengoprek dari seluruh dunia pun bergerak di bawah kepemimpinan Linus untuk mengembangkan Linux. Sistem operasi itu kemudian menjadi pendorong gerakan piranti lunak merdeka alias Open Source.

Kini, 15 tahun sejak 'revolusi' dimulai, Linux telah merambah hampir semua jenis perangkat elektronik, mulai dari komputer pribadi, superkomputer, hingga ponsel. Torvalds pun masih de facto menjadi pimpinan komunitas Linux dunia.

Firefox 2 berhasil mengalahkan filter anti-phishing Internet Eplorer 7 (IE7).

Smartware, sebuah perusahaan strategi, teknologi dan pemasaran yang didanai Mozilla, mengklaim filter anti-phishing Firefox 2 berhasil mengalahkan filter anti-phishing Internet Eplorer 7 (IE7).

Metodologi dan hasil pemeriksaan yang dilakukan Smartware, kemudian diaudit oleh iSEC Partners, sebuah provider pengujian keamanan.

Dalam penelitiannya tersebut, Firefox berhasil memblokir 81,5 persen situs phishing. Sementara, IE7 hanya berhasil memblokir 66,35 persen situs phishing. Data-data situs phishing ini, diperoleh dari PhishTank.com pada akhir Oktober hingga awal November.

Dari 1040 situs phishing, terdapat 243 situs yang berhasil diblokir Firefox 2, tetapi gagal diblokir IE7. Sementara itu, terdapat 117 situs yang berhasil diblokir IE 7, tetapi gagal diblokir Firefox 2.

Penelitian ini, merupakan kelanjutan dari penelitian yang dilakukan Microsoft September lalu. Dalam hasil penelitian itu, IE 7 berhasil menempati posisi pertama dengan membandingkan tujuh browser lain, tetapi Firefox 2 tidak diikutkan dalam penelitian tersebut.

Monday, October 09, 2006

Capek pakai OS yang sekarang? Beralihlah ke Linux!

Rasanya hampir semua dari kita pernah terkena virus komputer. Mulai dari yang ringan sampai yang mesti diinstall ulang. Dan berapa sering? Sering sekaliii.. Tidak peduli walaupun kita telah memasang antivirus dan rajin mengupdatenya, selalu saja ada kemungkinan terkena virus. So…, mengapa menunggu? Beralihlah ke Linux. Tidak hanya itu saja….

Dari hasil survey yang penulis adakan di kantor selama +/- 8 bulan, rata2 dalam seminggu terdapat 5 komputer yang dikirim ke Pusat untuk dibersihkan dari virus. Dan 80% dari komputer tersebut mesti diinstall ulang karena OS (Operating Systemnya) telah terlanjur rusak/ngaco. Jumlah komputer ini masih ditambah lagi dengan banyaknya frekuensi personel IT yang mesti keliling ke cabang2 untuk troubleshooting karena virus. Rata2 dalam 1 hari ada 2 cabang yang mesti dikunjungi, dimana 50% kunjungan itu adalah karena virus.

Tentu ada yang berpendapat bukankah itu memang tugas bagian IT? Memang benar, tapi kalau kita analisa lebih lanjut:

1. Kemungkinan terkena virus besar. Berdasarkan pengalaman, betapapun kita memasang antivirus dan rajin mengupdatenya, pasti ada kemungkinan terkena virus. Apalagi kalau pengguna komputernya adalah orang awam. Kena virus lagi, kena virus lagi. Dan yang parahnya, ada virus2 yang bersifat merusak data2 seperti ketikan, spreadsheet, dll. Kalau program mungkin bisa kita install ulang, tapi kalau data… wah. Apalagi kini mulai sering muncul virus2 lokal yang antivirusnya belum tentu tersedia di program antivirus2 utama. Seperti kasus virus Brontok yang akhirnya heboh sampai tersebar ke luar negeri.

2. Terbuangnya Waktu dan Uang percuma. Menginstall ulang OSnya mungkin tidak terlalu memakan waktu, tapi yang lama adalah membackup data dan menginstall ulang program2nya dan settingan2nya, mulai dari settingan network, database, email, dll. Semua hal ini bisa memakan waktu 2-4 jam. Coba kita konversi jumlah jam ini ke dalam rupiah.. betapa juta yang terbuang percuma dalam sebulan.

3. Terbuangnya produktivitas percuma. Personel IT menjadi mengerjakan hal2 yang kurang produktif seperti membersihkan virus, menginstall ulang, mensetting ulang, dll. Belum lagi personel pemilik komputer tersebut juga terbuang waktunya karena selama komputernya dibersihkan dari virus ia akan kesulitan di dalam mengerjakan tugas2nya.

4. Dan…. ini salah satu yang parah: OS original yang kita gunakan mesti di AKTIVASI lewat internet/telpon. Dan… aktivasi ini hanya berlaku untuk 2x pengaktivan. Jadi kalau misalkan kita terpaksa menginstall ulang untuk ketiga kalinya… maka kita tidak akan dapat mengaktivasinya, dan akibatnya setelah 30 hari kita tidak dapat menggunakan komputer itu lagi. Kita telah menanyakan hal ini ke salah satu vendor OS tersebut di sebuah seminar, dan jawabnya adalah: mereka sendiri tidak tahu bagaimana lagi. Sampai kita disuruh bikin surat pernyataan segala ke kantor pusat mereka. Yang benar saja! Yang lemah adalah OS mereka sendiri, kok user yang disalahkan dan dikorbankan?

Duh.. rasanya jadi kesal lagi begitu mengingat hal2 di atas. untunglah seluruh customer service kita di cabang2 telah menggunakan Linux sejak hampir setahun lalu, dan so far so good.

Berikut ini adalah point2 mengapa sebaiknya kita menggunakan Linux:

  1. Bebas Virus. Memang sih sebenarnya ada virus di Linux, tapi itu jumlahnya bisa dihitung jari dan penyebarannya lebih merupakan di dalam sejarah saja. Kenyataannya adalah virus2 yang ada sekarang ini tidak aktif di Linux. Malah ada testimoni dari salah seorang customer service kami, ada flashdisk di cabang yang terkena virus, mereka semua karena sudah trauma dengan virus tidak berani membukanya di komputer masing2, padahal ada data penting yang mesti di ambil di flashdisk itu, akhirnya di buka di komputer customer service yang menggunakan Linux, dan… aman2 saja. Data bisa terambil, dan bahkan virusnya dapat dihapus. Hehehe…
  2. produktivitas meningkat. Memang pada awalnya user akan kesulitan menggunakan Linux, apalagi kalau sudah terbisa dengan OS yang selama ini digunakan. Tapi lama-kelamaan user akan mulai terbiasa dengan menu2 yang ada dan akan makin lancar menggunakan Linux. Apalagi setelah mengetahui bahwa rekannya yang belum menggunakan Linux selalu mengeluh dan dalam kekhawatiran akan terkena virus.
  3. Seiring dengan waktu, distro Linux semakin user friendly bahkan terhadap user awam. Linux semakin mudah digunakan dengan tetap mengutamakan security yang sesungguhnya. Menambah printer USB, network, dll semakin mudah.
  4. Harga. Rasanya kita semua sudah tahu mengenai hal ini. Intinya: mengapa membuang ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah untuk sebuah OS dan aplikasinya yang rentan terhadap virus, dll, dimana di sisi lain kita bisa menggunakan Linux sebagai alternatif ekonomis yang dalam banyak hal jauh lebih unggul? Salah satu sebab mengapa orang masih ragu menggunakan Linux adalah karena masih “dibiarkannya” penggunaan OS dan software bajakan. Kalau saja ada tindakan tegas, maka dapat dipastikan bahwa banyak dari kita akan berbondong2 migrasi ke Linux. Tapi jangan salah persepsi dan keenakan dengan kondisi ini, para vendor OS tersebut secara periodik akan “menagih” para perusahaan agar membeli lisensi produk mereka yang fantastis selangit. Karenanya, beberapa group perusahaan besar yang telah dapat melihat jauh ke depan, mereka telah setahun belakangan ini melakukan migrasi ke Linux, walaupun dilakukan secara low profile dan tidak terekspos.

Kesimpulan
So, jika kamu telah capek membuang waktu dan tenagamu dengan OS yang sekarang kamu gunakan, beralilah ke Linux! Segeralah raih kebebasan dan kemerdekaanmu di dalam berkomputer, bekerja, dan meraih Ilmu Pengetahuan yang melimpah melalui Linux.