Buktikan Kamu Berani untuk Berubah dari Windows ke Linux
| Tantangan Open Source : Buktikan Kamu Berani untuk Berubah (dari Windows ke Linux) Banyak orang tidak suka dengan perubahan, sekalipun perubahan itu nantinya mendatangkan banyak kebaikan. Mengapa ? Karena mereka harus belajar lagi dari nol dan harus berani meninggalkan comfort-zone mereka. |
Perubahan, di bidang apapun, cepat atau lambat suatu saat pasti akan terjadi. Dan ini juga terjadi di dunia komputer.
Puluhan tahun lalu sewaktu komputer masih berbasis DOS, banyak orang enggan meninggalkan program pengolah kata Wordstar yang sudah amat sangat memasyarakat. Padahal saat itu ada alternatif lain yang jauh lebih mudah dan lebih baik, yaitu MS Word. Para mania-Wordstar ini enggan untuk mempelajari MS Word, karena ini berarti mereka harus memulai lagi dari nol dan bahkan harus meninggalkan comfort zone-nya, yaitu Wordstar. Ini membuktikan banyak orang tidak suka dengan perubahan sekalipun perubahan itu nantinya akan mendatangkan hal yang lebih baik. Tapi angin perubahan ternyata tidak dapat dilawan dan Wordstar-pun berlalu.Dan bukan tidak mungkin angin perubahan ini akan terjadi sekali lagi. Dalam skala kecil, akan ada perubahan dari MS Office ke Open Office. Dan dalam skala yang lebih besar akan ada perubahan dari Windows ke Linux. Sejarah memang terus berulang, terbukti sekali lagi banyak orang yang takut dengan perubahan. Sekalipun Linux terbukti membawa manfaat yang sangat besar, baik untuk pribadi ataupun negara, terlihat banyak orang yang enggan berubah dari Windows ke Linux. Karena ini berarti mereka harus belajar lagi dari nol dan harus meninggalkan Windows comfort zone-nya. Pertanyaannya, mungkinkah perubahan ini akan terjadi mengingat Windows dan MS Office-nya sudah demikian melekat di hati para pemakai komputer ?
Kalau dilihat sepertinya memang tidak mungkin orang akan meninggalkan Windows dan beralih ke Linux. Satu hal yang pasti, tidak akan mudah untuk mengubah kebiasaan seseorang yang sudah melekat puluhan tahun. Sebetulnya hal ini juga yang terjadi puluhan tahun lalu sewaktu Wordstar masih berjaya dan MS Word baru mulai muncul. Jika ini bisa terjadi pada Wordstar, bukan tidak mungkin hal ini juga bisa terjadi pada Windows. Lagi pula, mana ada di dunia ini yang abadi ? Sekalipun Windows sudah sangat melekat, bukan tidak mungkin perubahan ini akan tetap terjadi.
Dan gejala ke arah ini sudah mulai nampak, baik di tingkat lokal ataupun internasional. Di tingkat lokal, perubahan ini mulai nampak di warnet dan game center. Suatu saat nanti, para pelanggannya yang kebanyakan kalangan muda, pasti juga akan ikut berpindah ke Linux. Perubahan memang lebih mudah untuk diadaptasi oleh kalangan muda. Dan ini juga terjadi puluhan tahun lalu dimana para pemakai muda lebih cepat menyesuaikan diri dengan MS Word dibandingkan pamakai kawakan Wordstar.
Cepat atau lambat, angin perubahan ini pasti akan terjadi sekali lagi. (Itu sebabnya Bill Gates selalu panas dingin jika mendengar kata Linux). Windows akan semakin berkurang popularitasnya dan Linux semakin menanjak (ini yang terjadi sekarang ini di kalangan pengusaha warnet). Dan ini juga sudah terjadi di berbagai belahan dunia, seperti Jerman, Brazil, Kuba, India, Inggris, China, Australia, Afrika Selatan, Belanda, Vietnam, Cina, Jepang, dll. Jika Anda perhatikan, 2 dari 4 negara yang dijadikan sebagai tempat pusat riset Microsoft bahkan juga mulai beralih ke Linux. Indonesia, yang kabarnya akan dijadikan sebagai pusat riset ke-5 Microsoft, suatu saat pasti juga akan beralih ke Linux. Ini sudah bisa terlihat dari geliat warnet-warnet - yang sekarang ini lumayan babak belur karena menjadi sasaran sweeping - diperkirakan warnet-warnet ini akan menjadi motor utama pembawa angin perubahan ini. Jadi, ada baiknya Anda bersiap-siap mulai dari sekarang mempelajari Linux sebelum terhempas oleh angin perubahan di dunia TI.
TANTANGAN OPEN SOURCE
Tunjukkan kamu punya nyali ...! Singkirkan Windows bajakan, hapus Windows asli, dan hanya pergunakan Linux. (Tidak perlu terlalu banyak nonton tayangan Tantangan atau Fear Factor, langsung saja join di Tantangan Open Source ini)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home